Pemerintah Libatkan Sejumlah Pihak untuk Rehabilitasi Ekosistem Mangrove

- Selasa, 28 September 2021 | 20:33 WIB
ilustrasi bibit mangrove (Bihsnu/Pixabay)
ilustrasi bibit mangrove (Bihsnu/Pixabay)

SEMARANGSELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Adanya alih fungsi kawasan menjadi lahan pertanian, perkebunan, pemukiman, dan infrastruktur lain menjadi ancaman bagi ekosistem mangrove.

Terkait ancaman bagi ekosistem mangrove tersebut diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Melansir dari repuplika.co.id, selain itu, ada juga hal lain yang mengancaman ekosistem mangrove, seperti illegal logging, pencemaran limbah, dan abrasi pantai akibat gelombang laut.

Baca Juga: Pelajar SLB di Batang Ikuti Simulasi PTM Terbatas, Ini Hasilnya!

"Kerusakan mangrove tercatat kurang lebih seluas 600 ribu hektare dan ditargetkan untuk dilakukan upaya pemulihan dan rehabilitasi sampai dengan tahun 2024 melalui komitmen para pihak baik pemerintah maupun nonpemerintah," ujarnya dalam keterangan persnya yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Siti menambahkan, pemerintah secara konsisten terus mendorong upaya rehabilitasi ekosistem mangrove.

Rehabilitasi ekosistem mangrove tentunya akan melibatkan semua pihak terkait, terutama masyarakat di seluruh provinsi di Indonesia.

"Rehabilitasi mangrove bertujuan memulihkan kawasan hutan mangrove yang mengalami kerusakan, meningkatkan tutupan hutan mangrove serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Baca Juga: Hasil Piala Sudirman 2021: Indonesia dan Denmark Lolos Perempat Final Piala Sudirman 2021

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X