Wihaji Minta BPR BKK Batang Turunkan Rasio Kredit Bermasalah, Masuk Kategori Tidak Sehat

- Sabtu, 26 Maret 2022 | 17:07 WIB
Bupati Batang Wihaji saat memberikan pembekalan kepada 24 karyawan baru PT BPR BKK di Hotel Sendang Sari Batang, Jumat 25 Maret 2022 (Muslihun/AyoBatang)
Bupati Batang Wihaji saat memberikan pembekalan kepada 24 karyawan baru PT BPR BKK di Hotel Sendang Sari Batang, Jumat 25 Maret 2022 (Muslihun/AyoBatang)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM- Bupati Wihaji meminta PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKK Batang turunkan Non Performing Loan (NPL) atau Rasio Kredit Bermasalah.

Saat ini, NPL BKK Batang masih di atas 5 atau kategori tidak sehat. ''Saya minta diturunkan di bawah 5, sehingga status BKK Batang menjadi sehat," Kata Wihaji usai memberikaN pembekalan 24 karyawan baru PT BPR BKK Batang, Jumat 25 Maret 2022. 

Wihaji juga menyadari kenaikan NPL di dua tahun ini disebabkan karena pandemi Covid-19 dan ada beberapa debitur yang mengalami gagal panen. 

Baca Juga: Peringati HUT Ke 50, PN Batang Luncurkan Inovasi Layanan Sistem Digital

"Dari pelaporannya karena pandemi Covid-19, debitur di daerah Desa Gerlang yang mayoritas petani banyak yang mengalami gagal panen," ungkapnya. 

Ia pun berharap perekrutan perekrutan 24 karyawan baru untuk mendongkrak Non Performing Loan (NPL) atau Rasio Kredit Bermasalah. "Penambahan tenaga marketing, semoga bisa mendongkrak performa dan kinerja PT BPR BKK ," tuturnya.

Wihaji juga meminta BKK Batang melakukan inovasi dengan merambah pelayanan digital untuk konsumen. "Untuk tingkat direksi perlu meningkatkan transformasi digital,supaya menciptakan layanan efektif, efisien dan sederhana," tuturnya

Direktur Utama (Dirut) BKK Batang, Teguh Supriyanto, menjelaskan sebelum masa pandemi Covid-19, NPL BKK Batang masih di bawah 5. Namun, rasio kredit bermasalah naik saat pandemi Covid-19.

Ia menyebutkan total jumlah kredit macet nilainya hampir Rp 500 juta. Namun pandemi Covid-19 mulai hilang perkembangan kredit macet sudah mulai membaik.  "Kami menargetkan pada tahun ini NPL kami di bawah 5, karena kondisi sudah mulai membaik," jelasnya.

Baca Juga: Pasok Kebutuhan Air di 2 Kawasan Industri, Perumda Sendang Kamulyan Bakal Olah Air Laut

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X