Pernikahan Dini Jadi Penyebab Stunting, Ini Imbauan Dinkes Batang

- Kamis, 16 Juni 2022 | 16:55 WIB
Dinkes Batang saat memberikan materi terkait stunting dalam Pertemuan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting di Batang, Rabu (15/6/2022). (Dok ist)
Dinkes Batang saat memberikan materi terkait stunting dalam Pertemuan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting di Batang, Rabu (15/6/2022). (Dok ist)

BATANG, AYOBATANG.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang mencatat, selama 2021, 5.275 anak di Batang yang masuk kategori stunting.

Hasil itu didapatkan dari elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) yang dilakukan pada 37.302 bayi di Batang.

Adapun stunting merupakan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama yang berakibat pada pertumbuhan lambat, tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya.

Agar terhindar dari stunting, Dinkes Batang imbau masyarakat untuk tidak melakukan pernikahan dini atau menunda pernikahan usia yang dianjurkan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Ayam Geprek Enak Bikin Kenyang di Kota Semarang, Pecinta Kuliner Pedas Merapat

"Menikah di usia dini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak," kata Kasi Kesehatan Keluarga dan Gisi Dinkes Batang, Khotiq Mulyaningrum, Kamis 15 Juni 2022.

"Semua pernikahan harus disiapkan. Apalagi menikah butuh kesiapan mental dan juga pengetahuan akan kesehatan reproduksi. Di mana pengetahuan ini nantinya berguna untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Sehingga menikah itu butuh direncanakan secara matang," ujarnya.

Dalam penanganan stunting, Dinkes Batang instens berkoordinasi dengan berbagai pihak dan instansi terkait. Hal ini lantaran penanganan stunting butuh sekitar 70% peran dan kontribusi dari sektor lain.

"Oleh Karenanya, dalam rapat pemetaan dan analisis situasi prigram stunting. kami hadirkan instansi dan dinas terkait. Seperti dari Bapelitbang, Dispermades, DP3AP2KB, Kemenag dan lainnya. Karena kami berharap mereka bisa berkontribusi membantu penurunan stunting di Batang," katanya.

Terpisah, Kabid Binmas Kemenag Batang, Shodiqin menambahkan jika menikah dini bisa memicu adanya stunting. Oleh karenanya pihaknya turut mensosialisasikan agar masyarakat tidak menikah di usia dini. Di mana saat ini secara legal untuk menikah diharuskan berumur 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X