DKP Provinsi Jateng: Limbah Batubara PLTU Batang Kategori Non-B3, UNDIP Siap Sulap Jadi Rumah Ikan

- Senin, 12 September 2022 | 19:02 WIB
Program Kadaireka Matching Fund 2022 - Sosialisasi program Kadaireka Matching Fund 2022, Implementasi Aplikasi Teknologi Restorasi Ekosistem Pesisir Berbahan Beton dari Limbah Batubara untuk pengembangan Blue Economy di Kabupaten Batang, di Aula Kantor DPMPTSP Kabupaten Batang, Selasa (6/9) (Foto: dok)
Program Kadaireka Matching Fund 2022 - Sosialisasi program Kadaireka Matching Fund 2022, Implementasi Aplikasi Teknologi Restorasi Ekosistem Pesisir Berbahan Beton dari Limbah Batubara untuk pengembangan Blue Economy di Kabupaten Batang, di Aula Kantor DPMPTSP Kabupaten Batang, Selasa (6/9) (Foto: dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Lilik Harnadi menyatakan saat ini limbah batubara PLTU sudah dikategorikan sebagai limbah Non-B3.

Penelitian dan implementasi itu akan ditunjukkan oleh UNDIP yang bermitra dengan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

Ia pun mengatakan, Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) limbah hasil pembakaran batubara PLTU 2x1.000MW bisa bermanfaat untuk rumah ikan, sebagai terumbu karang buatan. 

Baca Juga: Harga BBM Naik, KCU Pos Pekalongan Salurkan Bantuan Sosial Tunai BBM dan Minyak Goreng Rp500 ribu

“Pemanfaatan limbah FABA ini, tidak hanya untuk pembuatan rumah ikan atau terumbu karang buatan saja, tapi bisa juga untuk penanggulangan abrasi, paving block, batako, jalan cor, dan lainnya,” jelas Lilik Harnadi dalam acara sosialisasi program Matching Fund 2022, Implementasi Aplikasi Teknologi Restorasi Ekosistem Pesisir Berbahan Beton dari Limbah Batubara untuk Pengembangan Blue Economy di Kabupaten Batang, yang berlangsung di Aula Kantor DPM PTSP Kabupaten Batang pada Selasa, 6 September 2022. 

Program Kadaireka (Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta) didanai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi serta didukung oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) yang bermitra dengan PT BPI. 

“Program Matching Fund 2022 ini akan memfokuskan pada pemanfaatan limbah FABA untuk rumah ikan dan terumbu karang buatan, dengan melibatkan pemerintah, akademisi, BPI, dan nelayan,” katanya. 

Baca Juga: Ditahan Imbang oleh PSDB, Persibat Batang Evaluasi Lini Depan dalam Laga Uji Coba di Lapangan Moh Sarengat

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Akhmad Handy Hakim juga menegaskan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah 22/2022, menerangkan FABA sebagai limbah Non-B3 dapat dimanfaatkan oleh sendiri atau pihak lain sebagai substitusi bahan baku substrat atau sesuai dengan pengembangan IPTEK.

Halaman:

Editor: Rahma Rizky Wardani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X