Rosi Yuanita Staf Pengelola Pelabuhan PLTU Batang Resmi Menyandang Terdakwa

- Selasa, 13 September 2022 | 18:04 WIB
Sidang perdana kasus dugaan tagihan fiktif staf pengelola pelayanan pelabuhan PLTU Batang di Pengadilan Negeri Kota Pekalongan. (Muslihun kontributor Batang)
Sidang perdana kasus dugaan tagihan fiktif staf pengelola pelayanan pelabuhan PLTU Batang di Pengadilan Negeri Kota Pekalongan. (Muslihun kontributor Batang)

BATANG, AYOSEMARANG.COM - Kasus perkara pidana dugaan tagihan fiktif oleh pengelola pelayanan pelabuhan kusus Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU Batang sudah masuk ke meja hijau.

Sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kota Pekalongan, Rosi Yunita mantan karyawan PT Aquila Transindo Utama resmi menyandang status sebagai terdakwa.

Sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan itu dipimipin majelis hakim Mukhtari, SH MH dan didampingi hakim Fatria Gunawan, SH MH dan hakim Budi Setyawan, SH. Sidang berlangsung secara online.

Baca Juga: Dinkes Batang Catat Kasus 205 DBD, Ini Imbauannya

Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan, Diah Purnamaningsih SH mendakwa Rosi bersalah dalam tuduhan itu. Rosi didakwa membuat tagihan fiktif ke PT Sparta Putra Adhyaksa (SPA).

"Sementara, PT Sparta Putra Adhyaksa (SPA) merasa tidak mendapat pelayanan. Akibatnya, PT Sparta Putra Adhyaksa (SPA) mengalami kerugian hingga sekitar Rp 260 juta," katanya dalam sidang, Selasa 13 September 2022.

Jaksa menggap Rosi melanggar pasal 263 KUHPidana ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun. Selain itu juga pada 53 juncto pasal 378 KUHPidana.

Baca Juga: Malas Antri di SPBU, Pertashop di Batang Kebanjiran Pembeli

Terdakwa, Rosi Yunita didampingi dua penasihat hukum yaitu Angga Setiawan, SH dan Suparno, SH. Pihak terdakwa merasa keberatan dengan dakwaan.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X