Ikut Berupaya Tangani Stunting dan Kesehatan Masyarakat, PT BPI Dapat Penghargaan dari Pemkab Batang

- Senin, 14 November 2022 | 18:05 WIB
Penjabat Bupati Batang Dra Lani Dwi Rejeki menyerahkan piagam penghargaan kepada Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia, Yoshimitsu Fujii dalam acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Batang (12/11). (Foto: dok.)
Penjabat Bupati Batang Dra Lani Dwi Rejeki menyerahkan piagam penghargaan kepada Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia, Yoshimitsu Fujii dalam acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Batang (12/11). (Foto: dok.)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Ikut berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) diganjar penghargaan dari Pemkab Batang.
 
Penghargaan diserahkan langsung oleh Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki kepada Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia, Yoshimitsu Fujii.
 
Apresiasi itu diberikan pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat kabupaten di Kantor Dinas Kesehatan Batang, Sabtu 12 November 2022.

Baca Juga: Pemkab Batang Buka PPPK 815 Formasi Guru dan 45 formasi PPPK Nakes
 
Penghargaan juga diberikan kepada 2 desa mitra CSR BPI program kesehatan yaitu Desa Ujungnegoro dan Desa Depok, sebagai desa yang bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).
 
BPI berperan sebagai salah satu perusahaan swasta yang peduli dengan peningkatan kesehatan masyarakat Batang, melalui program prioritas pemerintah dalam penanganan stunting atau penyakit kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada anak.
 
Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia, Yoshimitsu Fujii mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Batang yang telah memberikan apresiasi penghargaan terhadap program CSR BPI, Dinas Kesehatan, dan semua masyarakat khususnya desa mitra CSR BPI yang merupakan desa yang berada di sekitar PLTU Batang 2 x 1.000 MW.

“Keberhasilan dan kesuksesan program CSR BPI tidak lepas dari dukungan, kemitraan, kepercayaan, dan sinergitas antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat,” kata Yoshimitsu Fujii.

Baca Juga: Gara-Gara Hal Ini, Pemkab Batang Belum Usulkan Besaran UMK ke Provinsi Jateng

Dijelaskanya, program CSR BPI bidang kesehatan telah berjalan sejak tahun 2012, yakni di antaranya melalui program peningkatan layanan kesehatan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), bantuan alat kesehatan, serta peningkatan kapasitas dan bantuan modal usaha ke desa mitra CSR BPI.

Pada tahun 2017, melalui program kemitraan dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, program CSR BPI juga turut melakukan revitalisasi Forum Kesehatan Desa (FKD).
 
“BPI telah berkontribusi dalam memberi dukungan kepada pelayanan Posyandu dan bantuan PMT yang diberikan kepada Balita dan Lansia di 57 Posyandu di 14 desa mitra CSR BPI, serta telah memberikan 777 paket bantuan alat kesehatan kepada kelompok kader kesehatan dan bidan desa,” kata Yoshimitsu Fujii, Senin 14 November 2022.
 
Lebih lanjut dijelaskan bahwa program CSR BPI dalam penanganan stunting adalah di desa lokus stunting maupun di desa sekitar PLTU Batang.

Baca Juga: Penemuan Situs Candi Bata Tertua di Jawa Tengah di KIT Batang, Pemkab Tak Ada Anggaran Ekskavasi

Sementara untuk dukungan peningkatan kesehatan lingkungan, BPI juga melakukan kemitraan dengan 14 desa sekitar PLTU Batang melalui program bebas BABS atau ODF.
 
“Dalam mendukung program bebas BABS atau ODF, sejak tahun 2017 hingga Juni 2022, BPI telah mendukung 1.289 paket bantuan jambanisasi, ditambah dukungan pihak lain sebanyak 718 paket bantuan jambanisasi di 14 desa mitra CSR BPI, dan alhamdulillah di Hari Kesehatan Nasional tahun 2022 ini, 2 desa mitra CSR BPI mendapatkan penghargaan sebagai desa yang sudah berstatus bebas ODF. Sehingga, dari 14 desa mitra CSR BPI, 12 desa di antaranya sudah dinyatakan bebas ODF,” jelas Yoshimitsu Fujii.
 
BPI juga melakukan dukungan bantuan infrastruktur sarana umum kepada warga di desa mitra CSR BPI, yakni membantu renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan hunian yang layak dan berkualitas, sehingga kesehatan masyarakat terjaga dengan baik.

“Sejak tahun 2019 hingga akhir September 2022, program CSR BPI juga telah membantu 39 paket renovasi RTLH kepada warga di Kabupaten Batang,” pungkas Fujii.

Halaman:

Editor: Rahma Rizky Wardani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X