Mahasiswa KKN Undip Ajari Remaja Desa Pasekaran Pendidikan Antikorupsi

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:45 WIB
Mahasiswa KKN Pulang Kampung Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Mesha Rahma Aurellita mengajari pendidikan antikorupsi Desa Pasekaran RT 02/ 02 Kecamatam Batang, Kabupaten Batang.(dok)
Mahasiswa KKN Pulang Kampung Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Mesha Rahma Aurellita mengajari pendidikan antikorupsi Desa Pasekaran RT 02/ 02 Kecamatam Batang, Kabupaten Batang.(dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM-  Mahasiswa KKN Pulang Kampung Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Mesha Rahma Aurellita mengajari remaja Desa Pasekaran RT 02/ 02 Kecamatam Batang, Kabupaten Batang tentang pendidikan antikorupsi. 

Menurut Mesha, pendidikan antikorupsi sebuah ikhtiar untuk menyadarkan dengan terencana, serta mendorong generasi Bangsa memiliki sikap menolak secara tegas segala bentuk perbuatan korupsi melalui penanaman nilai-nilai anti korupsi dalam kegiatan pembelajaran. 

"Belakangan ini banyak remaja menganggap masalah korupsi  merupakan masalah umum yang sering terjadi di kehidupanya. Padahal, masalah itu sangat serius yang dapat merusak moral generasi penerus bangsa di masa yang akan datang," jelas Mesha Rahma Aurellita.

Mahasiswi Fakultas Administrasi Publik itu juga mengatakan, perbuatan korupsi biasa terjadi pada anak-anak, seperti perbuatan monyontek di kelas, atau bahkan tidak mengerjakan tugas individu secara mandiri. 

"Ini terdengar sepele, tapi tetap saja perbuatan mencontek tidak bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas. Perbuatan tersebut juga tidak sesuai berkarakter Bangsa dan berlawanan dengan nilai-nilai anti korupsi," ungkapnya. 

Oleh karena itu, kata dia, pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik sekolah dasar.  karena pada masa inilah anak sedang berproses pembentukan karakter (character building).

"Pada usia remaja ini, anak memiliki potensi untuk berperilaku negatif. Maka harus diberikan pendidikan  anti-korupsi," jelasnya. 

Program Pendidikan Antikorupsi dilakukan dengan cara pertemuan terbatas pada Sabtu 17 Juli 2021. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 dan adanya PPKM Darurat. 

Sementara itu, Gita, salah satu remaja di Desa Pasekaran RT 02/2 mengatakan pendidikan antikorupsi sangatlah bermanfaat bagi kalangan remaja dan generasi Bangsa. 

Halaman:

Editor: Dwi Ariadi

Tags

Terkini

Siswa SD di Batang Mulai Dikenalkan ANBK, Apa Itu?

Senin, 27 September 2021 | 20:23 WIB

Ubud Brayo, Wisata Kuliner di Batang Bernuansa Bali

Sabtu, 25 September 2021 | 15:01 WIB

Kantor Pertanahan Batang Siap Selesai 5 Oktober 2021

Jumat, 24 September 2021 | 21:27 WIB

World Cleanup Day Momen Aktifkan Bank Sampah di Batang

Jumat, 24 September 2021 | 21:11 WIB

Pemkab Batang akan Tertibkan Karaoke dan Panti Pijat

Kamis, 23 September 2021 | 20:05 WIB

Berikut Contoh Soal Tes TKP SKD CPNS 2021

Kamis, 23 September 2021 | 16:30 WIB

Pemkab Batang Segera Tertibkan Karaoke dan Panti Pijat

Kamis, 23 September 2021 | 14:47 WIB

Capaian Vaksinasi di Kabupaten Batang 23.67%

Kamis, 23 September 2021 | 13:36 WIB
X