Waspada! Beredar Surat Palsu Pengangkatan Tenaga Honorer

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 08:41 WIB
urat palsu yang mengatasnamakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo kembali beredar luas di kalangan masyarakat lewat media sosial. (istimewa)
urat palsu yang mengatasnamakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo kembali beredar luas di kalangan masyarakat lewat media sosial. (istimewa)

JAKARTA, AYOBATANG.COM -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali menemukan adanya surat palsu tentang pengangkatan tenaga honorer.

Plt Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Mohammad Averrouce menyampaikan, lembaganya tidak mengeluarkan surat terkait pengangkatan tenaga honorer. 

Dalam surat palsu bernomor 257/VI/2021 tentang pengangkatan tenaga honorer, seolah-olah ada keputusan rapat bersama Komisi X DPR dan Menteri Aparatur Sipil Negara dan Birokrasi. Isinya memberikan kesempatan kepada tenaga honorer, tenaga administrasi, penyuluh pertanian, dan tenaga honorer kesehatan yang berumur lebih dari 35 tahun untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tanpa tes bagi yang memenuhi persyaratan. 

"Bahkan dalam penulisan kepanjangan dari Menteri PANRB juga tidak tepat. Kami tegaskan surat tersebut palsu," kata Averrouce kepada wartawan, Jumat 11 Juni 2021. 

Averrouce menyebut, beberapa kasus surat palsu yang beredar sebelumnya mencatut nama Heru Purwaka sebagai Biro Perencanaan Kepegawaian BKN Pusat. Dalam surat itu, nama Heru dicatat selaku penghubung.

"Mereka seringkali menggunakan nama Heru Purwaka, hanya nomor telepon yang selalu diubah," lanjut Averrouce.

Dalam surat palsu tersebut tertulis waktu dan tempat yakni Selasa, 8 Juni 2021 pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat Komisi X DPR RI untuk membahas terkait pengangkatan tenaga honorer berumur 35 tahun keatas. Surat tersebut seolah ditandatangani Menteri PANRB Tjahjo Kumolo dan ditujukan untuk Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Pusat dan Daerah. 

Averrouce mengimbau, masyarakat selalu berhati-hati dalam menerima informasi. Apalagi jika mengatasnamakan Kementerian PANRB dan meminta sejumlah imbalan. 

"Selalu waspada dan selektif atas informasi yang beredar dengan mengecek kebenaran informasi tersebut kepada Kementerian PANRB," ucap Averrouce.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Prediksi Susunan Pemain PSIS VS Arema FC

Jumat, 24 September 2021 | 21:16 WIB

Tukul Arwana Dikabarkan Pendarahan Otak

Kamis, 23 September 2021 | 13:11 WIB

AYO BELAJAR, Ini Bocoran Soal TIU SKD CPNS 2021

Rabu, 22 September 2021 | 19:14 WIB

Oktober Ini, Huawei Mate 50 Rilis?

Selasa, 21 September 2021 | 21:16 WIB

57 Pegawai KPK Tak Lulus TWK Diberhentikan Tanpa Pesangon

Selasa, 21 September 2021 | 17:36 WIB
X