Ajak Peduli Lingkungan, KFC Indonesia Bersih-bersih Pantai dan Laut di 10 Provinsi

- Senin, 21 Februari 2022 | 17:52 WIB
Ajak Peduli Lingkungan, KFC Indonesia Bersih-bersih Pantai dan Laut di 10 Provinsi. (dok KFC Indonesia)
Ajak Peduli Lingkungan, KFC Indonesia Bersih-bersih Pantai dan Laut di 10 Provinsi. (dok KFC Indonesia)

SEMARANG, AYOBATANG.COM – KFC Indonesia mengajak bersih-bersih pantai dan laut yang diadakan secara serentak di 10 provinsi di Indonesia.

Bersih-bersih pantai dan laut yang digagas KFC tersebut dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2022 (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari 2022.

Bekerjasama dengan Divers Clean Action (DCA) kegiatan tersebut dilaksanakan secara serempak di Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku dan Maluku Utara. 

Baca Juga: Kongres Anak Batang, Bupati Wihaji Minta Rekomendasi Hak Anak yang Kurang Terlindungi

Chief Executive Officer PT Fast Food Indonesia Tbk, pemegang waralaba KFC di Indonesia, Eric Leong, menjelaskan, kegiatan bersih pantai dan laut yang dilakukan oleh KFC Indonesia dan DCA melibatkan masyarakat dan pemerintah lokal khususnya di kawasan pesisir, terutama anak-anak muda yang tergabung dalam program Marine Debris Ranger (MDR).

Marine Debris Ranger merupakan program yang digagas pada tahun 2020 oleh Divers Clean Action dan didukung KFC Indonesia, yang merupakan bagian dari PT Fast Food Indonesia, Tbk,  untuk mengajak masyarakat khususnya di daerah pesisir dalam mengatasi mengatasi permasalahan sampah yang ada di Indonesia.

“Berbagai kegiatan dilakukan dalam program ini seperti beach clean up dan sampling sampah pesisir, sampling rumah tangga, edukasi sekolah, door to door edukasi, workshop warga, dan membuat media kampanye kepada masyarakat untuk mengurangi serta mengelola sampah,” terang Eric Leong melalui rilis resmi, Senin 21 Februari 2022.

Sejak awal dilaksanakan pada Maret 2020 program Marine Debris Ranger telah melakukan bersih pantai dan laut sebanyak 49 kali. Melakukan edukasi dan workshop sekolah sebanyak 13 kali yang melibatkan lebih dari 1.000 murid mulai dari tingkat SD hingga SMA, juga edukasi dari rumah ke rumah dengan menemui lebih dari 1.300 kepala keluarga.

Sementara sebanyak 883 orang telah mengikuti workshop atau pelatihan untuk warga. Pandemi COVID-19 sempat membuat kegiatan secara langsung di masyarakat menjadi terhenti namun kemudian digantikan oleh kegiatan secara daring.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X