Dinilai Strategis, Pemerintah Siap Bangun Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Batang

- Senin, 23 Mei 2022 | 19:52 WIB
Tower rumah susun di KIT Batang masih dalam proses pengerjaan. (Muslihun/AyoBatang)
Tower rumah susun di KIT Batang masih dalam proses pengerjaan. (Muslihun/AyoBatang)

JAKARTA, AYOBATANG.COM - Pemerintah telah menyiapkan dua lokasi kawasan industri hijau yang ramah lingkungan, salah satunya di Kabupaten Batang.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, dua kawasan industri untuk membangun industri hijau di Tanah Air, yakni di Batang, Jawa Tengah dan Tanah Kuning, Kalimantan Utara.

"Semua kita lakukan dalam rangka bagaimana membangun ekosistem industri yang ramah lingkungan dan energi baru terbarukan. Bagaimana Indonesia menyiapkan itu? Kami sudah menyiapkan dua kawasan industri terbaik sekarang," katanya dalam diskusi di World Economic Forum (WEF) 2022 Davos, Swiss, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Senin 23 Mei 2022.

Baca Juga: Banjir Rob di Kendal Parah, Petugas BPBD Harus Evakuasi Puluhan Warga Lansia dan Orang Sakit

Dilansir dari Suara.com (Jaringan AyoBatang), Bahlil menambahkan, lokasi kawasan industri Batang sangat strategis, yakni hanya 350 meter dari tol, dan dekat dengan akses kereta api dan pelabuhan.

Selain itu, lokasinya bisa dicapai dalam waktu tempuh satu jam dari Kota Semarang. Harga tanahnya yang kompetitif merupakan salah satu keunggulan kawasan industri Batang.

"Ini industrinya memakai energi baru terbarukan dari PLN dan dapat sertifikat," ujar dia.

Tidak hanya Batang, kawasan industri lain yang tengah disiapkan adalah kawasan industri hijau terintegrasi di Tanah Kuning, Kalimatan Utara (Kaltara).

Kawasan industri hijau Kaltara diklaim sebagai kawasan industri hijau terbesar dunia dengan lahan seluas 30.000 hektare.

Kawasan tersebut diperkirakan akan menghasilkan 8.000 MW listrik dari PLTA, 10.000 MW solar panel dan 2,9 TCF gas.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI Fast Jawab Kebutuhan Transaksi Murah

Kamis, 10 Maret 2022 | 11:37 WIB

Survei INES Menuju Pilpres 2024, Golkar Salip PDIP

Jumat, 11 Februari 2022 | 22:33 WIB
X