Perajin Tahu dan Tempe Kurangi Produksi, Pekerja Terkena Dampaknya

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:56 WIB


KENDAL, AYOBATANG.COM - - Dampak kenaikan harga kedelai memaksa perajin tahu dan tempe di Kendal mengurangi produksinya. Hal ini dilakukan untuk menekan kerugian, karena permintaan juga turun. Akibatnya penghasilan karyawan menjadi terimbas dan berkurang karena hanya bekerja paruh waktu saja.

Perajin tahu dan tempe di Cepiring Kendal ini sudah mengurangi produksinya, dampak dari kenaikan harga kedelai yang terus meroket. Yanti, perajin tahu dan tempe ini mengaku produksi tahu maupun tempe menurun cukup drastis. Untuk produksi tahu turun, dari sebelumnya per hari 50 tong turun menjadi 30 tong per hari.

Baca Juga: 4-bentuk-wajah-yang-beruntung-di-masa-tua-menurut-primbon-jawa

“Demikian pula produksi tempe yang semula 25 kilogram kedelai per hari kini turun menjadi 15 sampai 20 kilogram kedelai per hari saja. Turunnya produksi tahu dan tempe berdampak pula terhadap nasib karyawan, penghasilan karyawan menjadi turun karena tidak mesti bekerja setiap hari atau ada pengurangan jumlah borongan,” jelasnya saat ditemui selasa 4 oktober 2022.

Sementara salah seorang pekerja mengatakan, berkurangnya produksi berdampak pada turunnya upah pekerja. “Biasanya per hari bisa mendapatkan upah Rp 100.000 namun karena produksinya berkurang upahnya turun hingga sekitar 30 persen menjadi sekitar Rp 70.000 per hari,”kata Ihsan Ghofur, pekerja pabrik tahu.

Dikatakan paska kenaikan harga BBM hingga saat ini ia dan rekan-rekan kerjanya belum pernah mendapatkan bantuan baik pangan maupun tunai. Dirinya berharap ia bisa masuk dalam daftar penerima bantuan sosial dampak kenaikan BBM karena kenaikan kedelai dampak dari melambungnya harga BBM.***

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sowan ke Habib Luthfi, Kapolda Jateng Minta Doa Restu

Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:40 WIB
X