Wisata Desa di Batang Ini Tawarkan Petik Madu, Coba Saja Sensasinya

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 16:46 WIB
Lestari bersama suaminya saat m3mbuka satang lebah yang sudah membuahkan madu yang dilihat pengunjung wisata petik madu di Kedawung Banyuputih. (Muslihun/AyoBatang)
Lestari bersama suaminya saat m3mbuka satang lebah yang sudah membuahkan madu yang dilihat pengunjung wisata petik madu di Kedawung Banyuputih. (Muslihun/AyoBatang)

BANYUPUTIH, AYOBATANG.COM- Di kawasan hutan karet milik PTPN IX, Desa Kedawung kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang terdapat wisata yang cukup menarik, yakni petik madu.

Tempat wisata desa milik Listari, 54 tahun ini, tak hanya menyediakan madu siap minum, namun juga bisa panen madu dari langsung dari sarangnya.

Madu yang siap saji pun terdiri dari beragam pilihan. Mulai dari yang baru dipanen, ataupun madu yang sudah disimpan hingga bertahun-tahun. 

Baca Juga: Bupati Batang Wihaji Pastikan Pemerintah Telah Antisipasi Dampak Lingkungan Kawasan Industri

"Madu yang hitam ini madu yang sudah disimpan 10 tahun. Semakin lama disimpan akan semakin hitam dan berkhasiat. Satu sendok saja khasiatnya lebih terasa dibandingkan dengan madu biasa," tutur Listari saat diwawancarai AyoBatang, Sabutu 8 Januari 2021. 

Di sini, Listari mengembangkan sekitar 400 kotak sarang lebah. Sehari-harinya bisa dipanen sekitar 3-10 kotak. Di mana satu kotaknya bisa menghasilkan 3 liter per hari. Untuk panen bisa dilakukan setiap 25 hari per kotak. 

Untuk harga jualnya, Listari mematok Rp120 Ribu seukuran botol sirup untuk madu yang biasa. Sedangkan untuk madu yang berusia 10 tahun dibanderol dengan harga Rp170 Ribu. Produknya ini sudah dipasarkan hingga Cirebon, Semarang, Yogyakarta dan lainnya. 

"Madu ini sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Seperti sakit perut dan obat kuat, juga bisa untuk meningkatkan daya tahan tubuh," jelas lelaki yang sudah beternak lebah selama 37 tahun ini. 

Baca Juga: Cegah Abrasi, 12.400 Bibit Mangrove Ditanam di Pantai Roban Timur Batang

Salah satu pengunjung, Muslimah (60) mengaku ini pengalaman pertamanya memakan madu langsung dari peternakan madunya. Menurutnya wisata petik madu ini bisa jadi alternatif baru bagi masyarakat yang ingin membeli madu. 

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Solo Keroncong Festival 2021 yang Meriah

Selasa, 9 November 2021 | 17:59 WIB

Tebing Breksi Yogya Kantongi Uji Coba Wisata

Senin, 13 September 2021 | 18:43 WIB
X